Menakar peluang asuransi mobil menjelang Asian Games 2018

Palembang jurnalsumatra.com – Provinsi Sumatera Selatan yang bertumpu pada ekspor komoditas karet, sawit dan batu bara, di tengah anjloknya harga-harga dalam dua tahun ini mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Pada 2016, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,03 persen atau sedikit lebih tinggi dari angka rata-rata nasional 5,02 persen.

Sedangkan tahun ini, BPS mencatat pada triwulan III pertumbuhan ekonominya menembus 5,56 persen atau diatas angka rata-rata nasional 5,06 persen. Artinya pertumbuhan ekonomi Sumsel telah melampaui proyeksi awal Bank Indonesia yakni 5,1 hingga 5,5 persen.

Faktor utama pendongkraknya tak lain karena daerah ini akan menjadi tuan rumah ajang olahraga multievent bergengsi tingkat Asia, Asian Games XVIII tahun 2018 bersama ibu kota negara DKI Jakarta.

Sejak dua tahun terakhir, derap pembangunan di Sumsel terasa, khususnya Kota Palembang dan sekitarnya.

Sejumlah infrastruktur dibangun secara serentak, mulai dari jalur kereta api dalam kota (Light Rail Transit), tiga ruas jalan tol, Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI, fly over, perluasan bandara, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, serta pembangunan dan perenovasian arena olahraga di Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City.

Maraknya pembangunan dengan nilai proyek hampir Rp68 triliun bersumber dari APBN ini tentunya menggerakkan sektor riil di tengah pelemahan daya beli masyarakat karena pengaruh anjloknya harga komoditas ekspor sejak 2013.

Bukan hanya sektor riil yang terkena pengaruh positifnya, bidang finansial juga dipayungi tren positif, salah satunya asuransi umum kendaraan roda empat.

Pertumbuhan Asuransi Astra Garda Oto di Palembang, Sumatera Selatan, dalam dua tahun terakhir menembus angka dua digit atau berada pada kisaran 11,0 persen karena terdongkrak oleh peningkatan penjualan mobil di kota ini.

Branch Manager Asuransi Astra Palembang Muliawansyah mengatakan hal ini tergambar juga dari data terbaru per September 2017 yakni mencatat jumlah polis aktif sebanyak 14.492 atau melampaui target 123 persen hingga akhir tahun.

“Saat ini terjadi peningkatan penjualan mobil di Palembang sehingga berimbas juga pada bisnis asuransi. Saat ini banyak penduduk kota yang memiliki mobil secara kredit, dengan skema ini tentunya turut mengerek bisnis asuransi mobil. Sejauh ini share-nya mencapai 75 persen dari total polis kami,” ujar Muliawansyah.

Menurutnya, peluang untuk lebih baik lagi semakin terbuka pada tahun mendatang, mengingat pada 2018 akan ada dua agenda skala internasional yakni Asian Games dan ajang balap sepeda motor kelas dunia MotoGP.

Sektor-sektor bisnis di Palembang tentunya akan berekspansi untuk memanfaatkan momentum ini, sehingga diperkirakan akan berefek positif pada penjualan mobil.

“Saat ini Asuransi Astra Cabang Palembang sudah masuk dalam lima kota berpendapatan terbesar selain Surabaya, Medan, Bandung, dan Jakarta. Tahun depan, diperkirakan pertumbuhannya akan melebihi 11,0 persen,” kata dia.

Perkiraan bakal melesat pada tahun depan ini juga disampaikan Kepala Cabang Toyota Astra Mobil Cabang Tanjung Api Api, Haris Deswanto. Ia mengatakan dalam dua tahun ini perusahaannya mencatat pertumbuhan pada kisaran 4,0-5,0 persen dari penjualan rata-rata 260 unit mobil.

Meski capaian ini masih di bawah angka pencapaian TAM secara nasional yakni 10 persen per Oktober 2017, namun jika dibandingkan kota-kota lain yang ditopang komoditas perkebunan seperti Medan, Kepulauan Riau, dan kota-kota di Kalimantan tentunya capaiannya jauh lebih baik.

Seperti diketahui, Sumsel dikenal sebagai daerah yang perekonomiannya bertumpu pada komoditas ekspor sejak puluhan tahun lalu. Mengutip pernyataan Kepala Bank Indonesia Sumsel Harry Khairuddin bahwa terdapat tarikan yang kuat antara kinerja ekspor komoditas dengan perekonomian di daerah ini.

Namun, sejak Sumsel fokus menggarap segmen lain yakni sektor destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yakni tepatnya dengan menjadi tuan rumah SEA Games tahun 2011, mulai terjadi perubahan.

“Capaian yang diraih khususnya dalam penjualan unit mobil ini tidak bisa dipadang sepele karena jika dibandingkan daerah-daerah penghasil komoditas ekspor, Sumsel justru trennya naik atau terjadi anomali,” kata dia.

Ia mengatakan dalam satu bulan, Kantor Cabang Toyota Astra Motor (TAM) Tanjung Api-Api mampu menjual sekitar 260 unit mobil jenis Agya, Innova, Avanza, Calya, Rush dan Fortuner. Jika ditambah dua cabang TAM lainnya, maka khusus Kota Palembang mampu menjual sekitar 600 unit mobil.

“Tahun depan diperkirakan unit yang terjual akan lebih banyak lagi karena perusahaan rental-rental mobil diperkirakan akan melakukan penambahan unit, demikian juga kantor pemerintahan dan sektor bisnis riil dan jasa,” kata dia.

Pergerakan ini sejatinya sudah terlihat, karena stok hingga akhir tahun sudah laris dipesan konsumen. Bahkan, saat ini untuk unit Avanza dan Innova dalam posisi indeen, kata dia.

  Digital Asuransi
Berkaca dari gambaran ini, tentunya Palembang dipandang sebagai kota yang menjanjikan untuk pengembangan bisnis pada masa datang. Tak ayal persaingan pun akan bertambah ketat untuk segmen asuransi kerugian.

Namun, bagi Asuransi Astra menjadi bukan persoalan, apalagi telah meluncurkan produk layanan digital Garda Oto Digital yang menawarkan cara baru berasuransi di era kian maraknya perilaku digital (digital behavior).

Melalui digitalisasi asuransi ini, Asuransi Astra ingin membidik nasabah dan sekaligus melayani pelanggan yang mengandalkan internet dalam memenuhi kebutuhannya.

Branch Manager Asuransi Astra Palembang Muliawansyah mengatakan layanan digital asuransi ini sudah masuk ke Palembang searah dengan pergerakan kota menjadi kota metropolitan.

Melalui Garda Oto Digital ini, kebutuhan konsumen akan terpenuhi dengan cepat karena menawarkan cara praktis berasuransi dimana pelanggan bisa membeli polis dan melakukan klaim kendaraan hanya melalui internet.

“Cukup membuka dua aplikasi mobile, yakni Garda Mobile Otocare v3.0 dan Garda Mobile Medcare v2.0, maka nasabah dapat melakukan semua aktifitasnya hanya dengan menggerakkan jari di layar sentuh telepon seluler,” kata dia.

Asuransi Astra telah menyempurnakan aplikasi mobile yaitu Garda Mobile Otocare v3.0 dan Garda Mobile Medcare v2.0 dengan melakukan perubahan pada fungsi yang dapat dinikmati pelanggan, serta adanya fitur-fitur baru untuk nonpelanggan, khususnya komunitas.

Penambahan fitur baru dalam Otocare v3.0 yaitu Friends, Meet Up, Claim Report, Claim Status—untuk memantau status perbaikan kendaraan di bengkel—, Emergency, dan Event untuk Garda Mobile Otocare. Sedangkan, fitur-fitur baru dalam Medcare v2.0 yaitu Event, Friends, Meet Up, Challenge, Claim Status, dan Rating Provider.

Melalui layanan ini, proses klaim menjadi lebih mudah karena pelanggan bisa memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan layanan antar jemput kendaraan menuju bengkel dari lokasi pilihan pelanggan.

Petugas layanan antar jemput berangkat menuju lokasi klaim dari Kantor Cabang Asuransi Astra Palembang.

“Jaminan yang kami berikan sangat maksimal, khusus untuk dalam kota hanya 20 menit petugas sudah tiba di lokasi setelah permintaan order,” kata dia.

Bukan itu saja, melalui aplikasi Garda Mobile Otocare ini, kendaraan yang sudah diperbaiki di bengkel dapat diantarkan ke kediaman pelanggan. Pelanggan pun dapat dengan mudah memantau status perbaikan kendaraan di bengkel.

“Garda Oto Digital didesain untuk kota besar dengan persoalan klasik berupa kemacetan, uniknya lagi hal-hal ini seperti sudah mengcover kebutuhan Kota Palembang di masa datang,” kata dia.

Salah seorang nasabah Asuransi Astra di Palembang Edy Triono mengatakan sangat terbantu dengan adanya digitalisasi asuransi ini karena mampu menyederhanakan proses klaim.

Menurutnya, dengan memanfaatkan digitalisasi asuransi ini sama hal dengan mengakses seluruh layanan Garda Oto sebelumnya yakni Akses 24 jam, Klaim Online, dan Unit Layanan Strategis.

“Selama ini setiap klaim, saya selalu datang langsung ke kantor Garda Oto, kini tidak lagi. Cukup membuka aplikasi Garda Mobile Otocare, saya bisa langsung ke bengkel,” kata dia.

Asuransi kendaraan sejauh ini masih menjadi solusi jitu untuk mengelola risiko kecelakaan yang cukup tinggi di Indonesia.

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kecelakaan menjadi penyebab kematian nomor tiga di Indonesia atau dengan persentase mencapai 44 persen. Dari kecelakaan dalam berkendaraan itu, ternyata 66 persennya disebabkan human error (kesalahan manusia) sedangkan hanya 1 persen yang disebabkan faktor alam.

Meski informasi ini sudah disampaikan ke masyarakat dan inovasi jitu sudah diluncurkan, bukan berarti pekerjaan menjadi mudah karena hingga kini penetrasi asuransi hanya mencapai 2,87 persen dari PDB per Januari 2017 berdasarkan rilis Otoritas Jasa Keuangan.

Akan tetapi, Sumsel sedikit berbeda. Data Otoritas Jasa Keuangan Provinsi menunjukkan indeks literasi keuangan di Sumsel berada di atas angka rata-rata nasional yakni 31,46 persen atau melampaui 29,7 persen.

Direktur Pengawasan OJK Sumsel, Sabil, mengatakan angka ini juga dibarengi perbaikan indeks inklusi keuangan bergerak dari 66,75 persen menjadi 73,09 persen.

“Artinya, ke depan akan semakin baik dampaknya pada industri jasa keuangan, dan salah satunya asuransi kendaraan bermotor. Untuk memanfaatkan hal ini tentunya harus didorong dengan pemberian edukasi ke masyarakat tentang produk-produknya,” kata Sabil.

Tantangan industri asuransi kendaraan pada masa datang semakin beragam seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang menginginkan kecepatan dan kepraktisan dalam berbagai hal.

Namun, di balik tantangan itu tentu ada suatu peluang untuk jauh lebih baik, dan Asian Games akan memberikan jawabannya bagi yang mau memanfaatkannya.(anjas)

Leave a Reply