Menlu Akan Kunjungi Kontingen Garuda Di Lebanon

Jurnal Sumatra - 22/02/2018 4:11 PM
Menlu Akan Kunjungi Kontingen Garuda Di Lebanon
 - ()
Editor

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dijadwalkan mengunjungi Lebanon untuk bertemu dengan Pasukan Perdamaian RI yang tergabung dengan misi UNIFIL di sana pada 25-26 Februari.
“Kunjungan ini sangat penting karena kembali akan menunjukkan komitmen dan dukungan Indonesia terhadap upaya perdamaian di Lebanon,” tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam “briefing” dengan awak media di Jakarta, Kamis.
Terakhir kali seorang menteri Indonesia berkunjung ke Lebanon untuk menemui kontingen Pasukan Perdamaian PBB di sana pada 2007 silam, ucap Arrmanatha.
Kunjungan Menlu RI ke Lebanon juga bertujuan untuk menunjukkan komitmen pemerintah yang tinggi terhadap peran PBB dalam upaya pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas mengungkapkan bahwa kunjungan Menlu RI akan difokuskan di dua area sebaran Pasukan Perdamian PBB di misi UNIFIL (UN Interim Force in Lebanon) yaitu di Adchit Al Qusayr, tempat 850 personel Satgas Batalyon Mekanis TNI (Indobatt) bertugas, dan di Port of Beirut, tempat tugas 300 personel Satgas Indo Maritime Task Force.
Dalam kunjungannya, Menlu RI akan melakukan dialog dengan para pasukan perdamaian RI serta melihat secara langsung tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh mereka sehingga apa bila ada hal-hal yang bisa disampaikan ke tingkat tertinggi, yaitu PBB, Indonesia bisa membantu upaya untuk menyelesaikannya.

    Dalam keterlibatannya dalam misi perdamaian PBB, Indonesia berkomitmen untuk mengirim sebanyak 4.000 pasukan perdamaian ke misi-misi perdamaian PBB.
Terhitung sejak 2016, Indonesia telah mengirimkan 2.702 pasukan perdamaian di sembilan misi perdamaian PBB, kata Grata, sementara paling banyak pasukan perdamaian RI ditugaskan ke misi UNIFIL di Lebanon.
Terdapat sekitar 1.290 pasukan perdamaian RI, 48 di antaranya adalah pasukan perempuan, di UNIFIL, ujar Grata.
Kunjungan Menlu RI tersebut juga merupakan salah satu upaya Indonesia untuk berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional yang menjadi salah satu kredensial Indonesia yang digaungkan dalam kampanye pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.
Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB akan berlangsung pada Juni 2018, di mana Indonesia harus mendapatkan dukungan sedikitnya 129 negara sebagai ambang batas agar terpilih.
Indonesia, sudah pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008, bersaing dengan Maladewa untuk memperebutkan kursi perwakilan di DK PBB dari kawasan Asia Pasifik.
Dari Lebanon, Menlu RI dijadwalkan bertolak ke Kabul, Afghanistan untuk mendampingi Wapres Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Perdamaian Kabul.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 1
  • 250
  • 100
  • 4,759,200
  • 1,945,378
  • 7
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip