Noveldi: Saya Tahu Betul Hati Tulus Direktur

Jurnal Sumatra - 22/09/2020 7:34 PM
Noveldi: Saya Tahu Betul Hati Tulus Direktur
 - ()
Editor

Muba, jurnalsumatra.com – Noveldi Putra Pratama  diduga satu satu Lawyer yang dapat mengetahui hati tulus se-seorang. Pasalnya dalam rekaman video yang tersebar lewat media sosial, Ahad  (20/9/2020) tadi oknum pengacara muda yang jauh-jauh datang dari Jakarta ini mengatakan, bahwa dirinya tahu betul hati tulus Direktur PT.Muba Sarana. 

Menariknya lagi, meski permasalahan kliennya belum berlanjut ke pengadialan. Namun dalam rekaman videonya Noveldi lebih duluh mengatakan, bahwa klaien nya murni tidak besalah. Perkataan itu dilontarkan Noveldi dalam mengklarifikasi pemberitaan media online prioritas.co.id. yang berjudul “Terindikasi Melakukan Penggelapan, Oknum Direktur BUMD Muba akan Dilaporkan.”

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, saya Noveldi Putra Pratama, S.H.CLA selaku ketua umum Lembaga Bantuan hukum Rutan Indonesia, informasi untuk keadilan. saat ini sedang kedatangan bapak Muhamad Daud selaku direktur PT Muba Sarana.  Jadi maksud dan tujuan saya datang ke sini bersama langsung dengan bapak Daud ingin mengklarifikasikan bahwa apa yang telah diberitakan oleh oknum-oknum atau media-media yang tidak jelas kebenarannya itu memang salah, itu tidak ada dan tidak dibenarkan.

Saudara saya ini sudah tua, sudah sakit-sakitan beliau ini sifatnya di Kabupaten Musi Banyuasin ingin membangun bukan untuk mencari uang, SAYA TAHU BETUL HATINYA TULUS BAPAK INI. Saya sangat kecewa adanya oknum-oknum yang menfitnah, menyakiti, menzolimi ataupun menghianati hatinya Bapak Daud saya sangat kecewa dan sedih, masih ada rupanya manusia seperti itu.”Ujarnya. 

Noveldi juga menegaskan, bagi siapa pun yang mencoba untuk menyakiti, menzolimi ataupun menfitnah saudara Daud akan berurusan dengannya. “Jadi saya tidak bisa lagi secara diam-diam saja, tidak bisa berdiam diri mulai hari ini saya selaku kuasa hukum langsung ditunjuk oleh bapak Muhammad Daud selaku Direktur PT. Muba Sarana bagi siapa pun yang mencoba untuk menyakiti, menzolimi ataupun menfitnah saudara Daud akan berurusan dengan saya secara langsung, saya akan mempidanakan dan memproses secara langsung, pasal-pasal sudah saya siapkan, yang menyakiti akan berurusan dengan saya mulai hari ini.”Tegasnya. 

Dalam rekaman videonya Noveldi juga mengatakan, bahwa klaien nya murni tidak besalah. “Saudara saya ini sedang sakit tidak bisa banyak bicara, beliau hanya berdoa semoga orang yang menyakiti hati beliau dan keluarga akan dibalas oleh Allah SWT. Jadi itu saja dari kami mohon dari kawan-kawan baik di kabupaten Musi Banyuasin dan seluruh provinsi Sumsel, bapak Daud Ini orang baik, kalau ada berita-berita yang ngaur itu ingat saya disini sifatnya membela klain bukan karena beliau ini ada hubungan atau apapun dengan saya, tapi karena memang murni beliau tidak bersalah.”Tutupnya.

Dalam rekaman video tersebut Direktur PT. Muba Sarana Muhammad Daud juga angkat bicara dan mengatakan ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan, “memang betul bahwa baru-baru ini saya terkejut bukan berkelik, terkejut itu maksud kita baik ingin membangun sebagai putra daerah tidak mungkin menzolimi masyarakat, kebetulan saya seorang putra Muba.

“Jadi saya menjabati itu untuk membantu masyarakat supaya jalan rusak cepat di bangun, maksud saya jangan sampai perusahaan itu investasi di kabupaten Musi Banyuasin apa kontribusinya..?

Tidak ada, saya lihat merusak jalan, saya turun begitu rapat secara spontanitas saya lihat. Alhamdulilah harmonis, sudah 100% jalan itu dibangun dan diperbaiki, saya lapor dengan bapak Gubernur melalui Sekda, sudah pak dilaksanakan dengan Rp 600.000.000,-  lebih malah, sekarang ini sudah pembangunan tahap II dan sekarang ini sudah rusak lagi karena hujan tidak bersahabat. Namun kerusakan itu siap untuk di bangun lagi olah pihak transportir batu bara. 

Sayakan hanya membantu, kok saya di tuduh hanya  Rp 450.000.000,- pelaksanaan dimana sisanya? Gila tidak orang itu.”Ujarnya.

Lanjut Daud, kemudian ada lagi yang tidak enak itu seolah-olah ada transfer Rp 115.000.000,- di rekening saya tidak disampaikan kepada petugas atau masyarakat yang saya tidak tahu persis uang apa itu yang katanya uang honor dan penyiraman malah dibulan mei itu penutupan jalan tidak ada mobil yang boleh lewat yang batu bara itu karena ada surat dari Bupati tidak boleh lewat.

“Terlalu kecil jumlahnya kalau hanya Rp63 juta, tak mungkin saya akan menzolimi masyarakat. Saya ini mantan pejabat yang pernah mengelola anggaran hingga Rp 400 milyar,”Sesalnya.

Sementara itu, sekretaris GNPK RI Muba Andip Apriansyah, sangat menyayangkan sikap yang terkesan ‘Jumawa’ yang ditunjukkan oleh pengacara MD dalam video tersebut yang memvonis klien nya sebagai pihak yang paling benar. Andip juga menilai ini sangat menciderai proses hukum yang sedang berjalan dalam perkara yang sudah dipegang Penegak Hukum.

“Mari kedepankan azaz praduga tak bersalah, jangan takabur dan mendahului proses hukum, ingat bos itu ranahnya penyidik,” kata Andip.

Menurut Andip, pihaknya juga mendengar desas desus terkait sejumlah penyelewengan yang dilakukan oknum direktur salah satu anak perusahaan PT Petro Muba Holding tersebut. Namun ketika anggotanya masih berkutat mengumpulkan data ternyata kasus tersebut sudah diangkat oleh LSM PP Sumsel, karena itu pihaknya akan siap bergandeng tangan dengan LSM PP Sumsel untuk mengungkap kebeneran dalam tindak pidana penyelewengan dengan kekuasaan yang diduga dilakukan oknum Direktur BUMD Muba tersebut.

“GNPK RI siap untuk mengajak kawan-kawan bersatu padu untuk bersama mendukung PP Sumsel menggiring kasus-kasus dugaaan korupsi untuk diproses secara hukum. Tidak hanya pada BUMD tapi juga di instansi lainnya” ujar Andip.

Dan atas nama GNPK RI, Andip mengajak LSM di Muba ataupun wilayah Sumsel lainnya untuk ikut dalam aksi damai yang sudah diwacanakan PP Sumsel pada, Kamis, 24 September 2020 di Kejaksaan Tinggi Sumsel, Palembang.

“Melalui berita ini saya mengajak rekan-rekan wartawan maupun LSM yang ada di kabupaten Muba mari kita bersama, satu kan hati, untuk mendukung PP Sumsel menegakan kebenaran dan menumpas arogansi dari segala kasus yang ada dalam BUMD Muba. Mari kita lihat dan pantau bersama sejauh arogansi dan merasa paling benar seperti yang telah di sampai kan salah satu direktur BUMD tersebut. 

Seperti yang dilansir media online Prioritas.co.id belum lama ini, berdalih untuk memudahkan distribusi keuangan seorang oknum direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatea Selatan terindikasi melakukan penggelapan sejumlah dana yang seharusnya dibayarkan kepada sejumlah pihak. Perusahaan rekanan yang menjadi mitra kerja diminta mengirim dana yang merupakan tanggungjawab perusahaan untuk dibayarkan ke sejumlah pihak oleh BUMD melalui rekening pribadi miliknya. 

Namun pada prakteknya, meski perusahaan mitra kerja sudah memenuhi kewajibannya ternyata dana tersebut tidak dibayarkan kepada pihak yang berhak menerima nya.

Hal ini terungkap setelah sejumlah warga masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan yang dikelola salah satu anak perusahaan PT Petro Muba Holding tersebut mempertanyakan hak mereka yang seharusnya sudah diterima periode Mei-Juni 2020.

“Perusahaan yang menjadi mitra kerja salah satu anak perusahaan BUMD Muba ternyata sudah mentransfer dana yang dimaksud melalui rekening pribadi (MD) oknum yang merupakan salah satu direktur BUMD Muba,”kata Idham Zulfikri Koordinator LSM PP-SUMSEL, Jum’at (21/8/2020).

Fikri menjelaskan, pihaknya mencoba menjembatani dengan melakukan konfirmasi kepada Direktur anak perusahaan BUMD Muba tersebut dikantor nya, Jum’at (8/8/2020). MD tidak menampik adanya transferan sejumlah uang dari salah satu perusahaan yang pernah jadi rekanan BUMD Muba melalui rekening pribadi miliknya. Akan tetapi dia berkelit ketika ditanya alasan apa sehingga dia tidak memberikan hak masyarakat yang seharusnya sudah dibayarkan periode Mei-Juni 2020.

“Uangnya ada masuk rekening pribadi saya, jumlahnya sekitar Rp115 juta.Tapi pengirim tidak menyebutkan untuk apa uang tersebut, dan saya baru tahu kalau uang tersebut untuk masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini.Tunggulah, saya cek dulu datanya paling lambat satu Minggu dari sekarang dana tersebut akan saya cair kan,”,”kata MD diruang kerjanya.

Seminggu dari waktu yang dijanjikan, lanjut Fikri, MD malah terkesan berbelit-belit dan berusaha menghindar. Dan terakhir melalui pesan singkatnya MD menegaskan, meskipun terikat komitmen periode Mei – Juni merupakan waktu yang sepi dari aktivitas.

“Itu sebenarnya periode yang sepi aktivitas jadi meskipun ada komitmen saya rasa tak harus dibayarkan juga,” kata MD melalui akun WhatsAppnya.

Merasa menemukan jalan buntu, pihaknya berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan nya kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel.

“Rencananya Senin 24 Agustus kita laporkan kasus ini di Kejati Sumsel. Biarlah penyidik yang nantinya memproses, kita lihat saja apakah dia masih bisa berkelit didepan penyidik,” tambah Fikri.

Penasaran dengan ulah MD tersebut, Fikri mengaku pihaknya mencoba menelusuri sepak terjang oknum Direktur tersebut. Ternyata, rasa penasarannya cukup beralasan, dari sebuah sumber terpercaya pada salah satu SKPD Pemkab Muba ia mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan. Dalam sebuah kegiatan yang dikolaborasikan salah satu anak perusahaan BUMD Muba bersama SKPD tersebut MD ternyata juga memakai modus yang sama. Ia juga memotong dana dari perusahaan rekanan sebesar Rp150 juta.

“Pihak BUMD minta bantu ke Dinas kami untuk melaksanakan perbaikan jalan yang didanai pihak ketiga. Kepala Dinas kami menyanggupi setelah anggaran yang diajukan konsultan Rp600 juta disepakati. Tapi ternyata yang diberikan kepada kami cuma Rp450 juta,”kata sumber yang minta namanya tidak ditulis media ini.

Menurut dia, merasa dibohongi,kepala dinas tersebut sempat marah dan menghentikan kegiatan. Namun ia mengaku tak tahu pasti apakah kekurangan biaya Rp150 dikembalikan atau tidak. Karena beberapa waktu kemudian kegiatan dilanjutkan tapi pihak perusahaan yang memback up pendanaan langsung berhubungan dengan dinas, tanpa perantara BUMD lagi. (Rafik elyas)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 3
  • 3,775
  • 698
  • 4,582,472
  • 1,904,909
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip