Ortu Mahasiswa Lapor Propam Penangkapan Tanpa SPKap

Jurnal Sumatra - 15/10/2020 6:53 PM
Ortu Mahasiswa Lapor Propam Penangkapan Tanpa SPKap
Thoheriyanto BA, orang tua dari M Barthan mengaku kalau dalam proses penangkapan anaknya seperti “penculikan”. Sebab, ketika anaknya sedang main di rumah tetangga, datang dua orang tak dikenal dan langsung membawa anaknya. Beberapa saat kemudian baru ada petugas yang dating ke rumahnya meminta pakaian dan tas rangsel yang dipakai Barthan saat demo. “Dari situ baru kami tau kalau Bhartan dibawa Polisi bukan diculik,” kata pensiunan Pamen Polri ini. - (Jurnal Sumatra)
Editor

Palembang, jurnalsumatra.com –  Penangkapan beberapa oknum mahasiswa di Palembang pasca demo menolak UU Omnibus Law, diprotes oleh keluarga. Karena sejak dijemput Selasa (13/10/2020) malam hingga Kamis (15/10/2020) keluarga belum menerima pemberitahuan dari aparat kepolisian, baik Surat Perintah Penangkapan (SPKap) maupun Surat Perintah Penahanan (SPHan). Karena itu, keluarga melaporkan penangkapan itu ke Propam Polda Sumatera Selatan.

Thoheriyanto BA, orang tua dari M Barthan mengaku kalau dalam proses penangkapan anaknya seperti “penculikan”. Sebab, ketika anaknya sedang main di rumah tetangga, datang dua orang tak dikenal dan langsung membawa anaknya. Beberapa saat kemudian baru ada petugas yang dating ke rumahnya meminta pakaian dan tas rangsel yang dipakai Barthan saat demo. “Dari situ baru kami tau kalau Bhartan dibawa Polisi bukan diculik,” kata pensiunan Pamen Polri ini.

Keluarga langsung menghubungi polisi masalah penangkapan itu. Namun, dengan berbagai alasan, keluarga tak boleh menemuinya. Herannya keluarga, walau memang anaknya ada di Kantor Polisi, tapi setelah lebih dari 24 jam, belum ada pemberitahuan apakah dia ditangkap atau ditahan.

“Makanya Kamis pagi kami melaporkannya ke Propam. Karena, sudah lebih dari 1 x 24 jam dia di kantor polisi taka da pemberitahuan kepada keluarga. Laporan kami sudah diterima oleh Bagian Pelayanan Pengaduan (Yanduan) Polda Sumsel dengan nomor STTLP/128/YAN.2.5/X/2020/YANDUAN tertanggal 15 Oktober 2020,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi ketika dihubungi Reportase Jambi via phoneselnya mengatakan penangkapan sudah sesuai aturan. “Terkait penangkapan 4 mahasiswa, sudah sesuai ketentuan dan aturan. Setiap yang kita tangkap itu sudah memenuhi prosedur. Menurut saya, tidak mungkin tidak diberikan surat penangkapan dan pemberitahuan ke pihak keluarga,” katanya. Namun, dia menyatakan kalau ada yang tidak terima, silakan melalui jalur yang ada. “Jika memang ada yang tidak puas, silahkan menempuh jalur, laporan ke Propam atau Praperadilan,” pungkasnya. (tim)

 

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 4
  • 3,709
  • 690
  • 4,582,406
  • 1,904,901
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip