Pebisnis Minyak Ilegal Berkeliaran Keluar-Masuk Daerah

Jurnal Sumatra - 01/05/2020 10:19 AM
Pebisnis Minyak Ilegal Berkeliaran Keluar-Masuk Daerah
 - ()
Editor

Muba, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diminta untuk memperketat posko perbatasan antar Kabupaten. Pasalnya ditengah maraknya wabah Covid19, mobil pengangkut minyak ilegal dari hasil penyulingan masyarakat secara tradisional berkeliaran keluar-masuk daerah.

Hal ini menimbulkan keresahan dan ke khawatiran bagi masyarakat, karena ada beberapa mobil jenis Truck dan Cary Pik Up yang diduga menjual minyak ilegal ke daerah zona merah. 

Sebenarnya permasalahan tersebut belum lama ini sudah dikonfirmasikan ke Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.ik dan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Via WhatsApp. Bahkan melalui pesan singkatnya Bupati Muba mengatakan akan memperketat akses perbatasan.”Terimakasih masukannya, akan kita perketat akses perbatasan, “Jawab Dodi Reza.

Namun hingga kini mobil pengangkut minyak ilegal, terus saja berkeliaran keluar masuk daerah. Inilah yang menjadi pertanyaan ” Ada Apa Dengan Mobil Minyak Ilegal..?

Salah satu warga Kecamatan Sekayu yang enggan disebutkan namanya mengaku, resah dan khawatir berkepanjangan dengan banyaknya mobil pengangkut minyak ilegal yang berkeliaran keluar masuk daerah ditengah maraknya wabah covid-19. 

“Kalau pengakuan mereka minyak di bawah ke Simpang Belimbing Kabupaten Pali, tapi mana kami tau kalau mereka menjual minyak ke daerah zona merah.”Ungkapnya dengan nada khawatir.

Sumber tersebut mengatakan, bahwa ada beberapa mobil  yang diduga menjual minyak ke daerah zona merah seperti, Palembang, Prabumulih bahkan ada yang ke daerah Provinsi Bengkulu.

“Selama ini kami tidak ambil pusing, terserah mau siang atau malam, tapi dengan kondisi sekarang ini kami keberatan, terlepas bawa penyakit atau tidak yang jelas kami resah karena ini sedang maraknya wabah covid 19. Oleh karena itu, kami meminta agar Pemkab Muba memperketat posko perbatasan.”harap dia.

Sementara menyikapi permasalahan tersebut, Stap khusus Muba di bidang Polhukam Alamsyah Coy menegaskan, bahwa untuk memutus mata rantai Covid-19 Bupati Muba Dodi Reza sudah berupaya dan menyiapkan segala sesuatunya, baik posko perbatasan antara Lingau dengan Muba, Pali-Muba, Betung-Muba dan perbatasan Muba dengan Jambi. 

“Permasalahan minyak ilegal yang berlalu lalang, nanti kita diskusikan dengan Polres Muba atau Polsek-Polsek terdekat, itu wewenang mereka. Karena waktu pak Firli menjabat Kapolda Sumsel, beliau menegaskan kalau ada mobil pengangkut minyak ilegal harus ditangkap.

Nanti Kita juga akan bekoordinasi  dengan ketua Persatuan Ormas Muba (POM) Covid-19, kita suruh beliau untuk memberikan surat atau informasi kepada Kapolres Muba, bila perlu kita tembuskan ke Kapolda dan Kapolri dan kalau memang ada oknum yang bermain siapa oknumnya.”Tegas Alamsyah. (Rafik elyas)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 2
  • 5,931
  • 465
  • 4,758,949
  • 1,945,278
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip