Pemasangan Jembatan Darurat Sungai Ciandum Terhambat Hujan

Bandung, jurnalsumatra.com – Plt Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Eddy M Nasution mengatakan faktor cuaca hujan lebat  menghambat pemasangan “bailey” atau jembatan darurat di Jembatan Sungai Ciandum, Jalan Raya Cipatujah, Tasikmalaya yang putus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
“Tidak bisa selesai cepat pemasangannya, kondisi hujan dan masih derasnya aliran air Sungai Ciandum cukup menghambat proses pemasangan   karena harus ada tiang penyangga lebih dulu dipasang,” ucap Eddy M Nasution di Bandung, Kamis.
Sekarang sedang dikerjakan pemasangannya harus ada penopang di tengah. Sungai lagi banjir itu ada kesulitan tersendiri, ujarnya.
Dia menuturkan, karena ada kesulitan di lokasi maka pihaknya memperkirakan proses pemasangan akan selesai dalam waktu satu pekan namun pihaknya dibantu instansi terkait lainnya akan berupaya semaksimal mungkin agar jembatan penghubung Kabupaten Garut dan Tasikmalaya tersebut bisa kembali terhubung.
“Jadi kalau orang bilang tiga hari selesai, saya kira belum. Kalau menurut saya satu mingguan,” ujarnya.
Terlebih, kata Edy, kondisi cuaca dan aliran air sungai cukup deras sehingga menyulitkan proses pemasangan bailey yang didatangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari Purwakarta.

Untuk memasang bailey-nya cepat, tapi harus ada dudukan di tengah-tengah itu. Kalau kondisi banjir itu agak susah, katanya.
Dia memastikan ke depan jembatan yang roboh tersebut akan diperbaiki secara permanen dan pemasangan bailey dilakukan agar akses dari Kabupaten Garut menuju Kabupaten Tasikmalaya atau sebaliknya tidak terganggu.
Bagian yang putus itu pasti diganti jembatan permanen namun itu semua ada kewenangan di pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Pemprov Jawa Barat tengah fokus menangani dampak banjir bandang melanda kawasan selatan Kabupaten Tasikmalaya.
Dari data BPBD Jawa Barat ada ratusan rumah di tiga kecamatan yakni di Cipatujah, Karang Nunggal dan Culamega terendam akibat luapan air sungai.
Iwa memastikan pihaknya melalui BPBD Jabar dan dinas terkait sudah melakukan koordinasi untuk melakukan penanganan robohnya jembatan tersebut.
Salah satunya menyiapkan pemasangan jembatan darurat (bailey) agar jembatan tersebut tetap digunakan masyarakat.
“BPBD bersama dinas terkait sudah koordinasi untuk proses penanganan. Dilaksanakan secara teknis oleh teman-teman BPBD dan Binamarga Provinsi dan sudah ditangani dengan jembatan bailey,” katanya.(anjas)

Leave a Reply