Perpusnas : Penggabungan Perpustakaan Kampus Hemat Anggaran Triliunan

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan penggabungan atau pengintegrasian perpustakaan perguruan tinggi akan menghemat anggaran hingga Rp3,7 triliun hanya dari langganan jurnal internasional saja.
“Dengan penggabungan perpustakaan perguruan tinggi ini mampu menghemat anggaran hingga triliunan rupiah. Misalkan untuk anggaran langganan jurnal internasional saja masing-masing perguruan tinggi mengeluarkan biaya Rp1 miliar, ada 4.000 perguruan tinggi kita. Tapi melalui Perpusnas, hanya mengeluarkan anggaran Rp300 miliar dan bisa diakses semua jurnal internasional yang ada,” ujar Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, sebanyak 42 perpustakaan perguruan tinggi melakukan penandatanganan nota kesepahaman pengintegrasian dengan Perpusnas di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Syarif mengatakan untuk langganan jurnal, mungkin untuk kampus negeri yang besar tidak mengalami kendala. Akan tetapi yang menjadi kendala bagi kampus swasta yang kecil-kecil.

“Mungkin Rp16 miliar untuk langganan jurnal internasional bagi Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada tidak masalah. Tapi bagi kampus swasta kecil, Rp1 miliar saja mungkin susah untuk langganan jurnal internasional. Namun dengan bergabung dengan Perpusnas, maka mereka akan mudah mengakses jurnal internasional”.
Syarif menjelaskan Perpusnas dengan aplikasi  INLISLite akan mengintegrasikan sejumlah perpustakaan yang sudah melakukan kerja sama.
” Dengan aplikasi ini, maka aplikasi apa        pun yang dipakai perpustakaan perguruan tinggi lainnya akan bisa dimigrasikan datanya sehingga nanti misalnya yang di Bangka Belitung ingin mengakses perpustakaan di Uncen Manokwari, UGM Yogyakarta, di Unibraw Malang itu yang menjadi anggota  online perpusnas akan difasilitasi Indonesia OneSearch (IOS ) untuk bisa masuk kedalam aplikasi yang berlaku secara nasional dan bisa membaca apa saja yang ada di sana,” papar Syarif.
Menurut dia, yang menguntungkan adalah ketika Perpusnas memiliki empat juta koleksi, kemudian UGM punya dua juta koleksi, Unair punya satu juta koleksi , Unibraw dua juta koleksi, maka jika digabungkan menjadi suatu milik bangsa maka akan berpperan tidak  kecil dalam membangun sumber daya manusia akan terwujud.
Saat ini, Perpusnas memiliki empat juta konten dan koleksi serta tergabung dengan 900 institusi perpustakaan dengan jumlah koleksi sekitar 30 juta.(anjas)

Leave a Reply