PIKI Minahasa Gelar Seminar Nasional Kebangsaan

Jurnal Sumatra - 10/11/2017 3:16 PM
PIKI Minahasa Gelar Seminar Nasional Kebangsaan
 - ()
Editor

Tondano, jurnalsumatra.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Minahasa  Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan mengelar seminar nasional nilai kebangsaan dan sejarah kebudayaan lokal, Sabtu(11/11).
“Seminar nasional kebangsaan ini juga akan dirangkaikan dengan pentas seni budaya Minahasa, rencananya dilaksanakan di Benteng Moraya,” kata Ketua Panitia Meidy Tinangon di Tondano, Kamis.
Dia mengatakan maksud dari seminar ini untuk mengangkat nilai-nilai budaya dalam satu bingkai kebangsaan, serta menggali dan mengangkat nilai-nilai sejarah besar perjuangan rakyat Minahasa melawan imperialisme dalam peristiwa Perang Tondano (1661-1809).
“Tujuannya untuk memperkuat empat pilar bangsa melalui nilai-nilai budaya lokal khususnya Minahasa dan mengangkat nilai-nilai sejarah perjuangan rakyat Minahasa melawan imperialisme dalam peristiwa Perang Tondano secara nasional,” ungkap Tinangon.
Ia mengatakan nantinya melalui seminar akan dijadikan bahan masukan kepada pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan situs sejarah nasional. Sekaligus menerapkan sejarah besar perjuangan rakyat Minahasa melawan imperialisme dalam peristiwa Perang Tondano dalam kurikulum nasional pada mata pelajaran sejarah.
Selain itu, kata Meidy, melalui seminar ini pula mengingatkan kita dalam upaya hegemoni bangsa asing terhadap wilayah Nusantara yang terus melahirkan berbagai persoalan bagi masyarakat.
“Kondisi itu akhirnya memantik berbagai bentuk perlawanan rakyat, anak-anak bumi pertiwi yang tertindas, terusik dan berupaya melepaskan diri dari belenggu derita itu,” katanya.
Bangsa dan Negara Indonesia hingga kini terus dirong-rong oleh berbagai kepentingan luar, kuasa asing dan macam-macam ideologi.  Ancaman itu bisa meruntuhkan bangsa ini kapan saja. Namun, gerak melawan dengan bergandengan tangan seluruh elemen bangsa, baik  masyarakat maupun pemerintah, diyakini dapat menangkal bahaya tersebut.
“Nilai-nilai sejarah-budaya lokal masing-masing daerah bisa menjadi pilar penting untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Perang Tondano,” ungkap Tinangon.
Tinangon menjelaskan perjuangan dan pengorbanan dari peristiwa Perang Tondano mempunyai nilai yang tak terhingga. Terutama untuk direfleksikan bagi pembangunan Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara dan Negara Indonesia tercinta. Nilai perjuangan dan pengorbanan tersebut dapat dijadikan senjata untuk menangkal berbagai gempuran di era (post) modern ini.
Olehnya, kata Tinangon, berdasarkan pemikiran itu DPC PIKI Minahasa bersama organisasi sosial żWangunta Wayaż Tondano dan Komunitas Pawowasan Toudano merasa penting untuk memahami dengan baik dan mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan dalam Perang Tondano.
Dalam seminar akan menampilkan pembicara dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan DR Hilmar Farid, Sejarawan DR Ivan Kaunang juga Fendy Parengkuan dan Pdt DR Richard Siwu.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 3
  • 3,140
  • 545
  • 4,595,151
  • 1,907,924
  • 9
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip