PKK: Hidup bersih dan sehat dukung pencegahan kekerdilan

Jurnal Sumatra - 21/10/2020 2:13 PM
PKK: Hidup bersih dan sehat dukung pencegahan kekerdilan
 - (Jurnal Sumatra)
Editor

Aceh Besar, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menyatakan selain asupan gizi seimbang, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan lingkungan bersih dan sehat (LBS) menjadi salah satu faktor pendukung pencegahan stunting atau kekerdilan pada anak yang diakibatkan masalah gizi kronis.
“Kalau gizi bagus tapi tanpa didukung dengan PHBS dan LBS itu juga rawan stunting,” kata Dyah di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan di sela menjadi narasumber dalam bincang-bincang yang mengangkat tema “Menuju Keluarga Berkualitas Cegah Stunting itu Penting” di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Banda Aceh.

Dyah menjelaskan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah dan sekitar dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi penyakit baik pada ibu maupun bayi.

Menurut dia PHBS dan LBS dapat menjadi faktor pendukung dalam mencegah terjadinya kekerdilan.

“Sebelum pandemi, kita selalu ajari anak-anak dan ibu-ibu di tingkat gampong untuk selalu cuci tangan dan jaga kebersihan diri serta lingkungan, yang bahkan sekarang sudah harus diterapkan untuk memutus penularan COVID-19,” katanya.

Dia mengatakan kekerdilan sangat bahaya serta dapat mengancam kualitas generasi bangsa, mengingat selain tubuh anak menjadi kerdil juga berdampak pada perkembangan Inteligensi otak anak yang ikut terhambat perkembangannya, sehingga anak menjadi tidak cerdas.

Dyah menginginkan pencegahan harus dilakukan secara mandiri dan sedini mungkin, yang di awali dari tingkat desa melalui Rumoh Gizi Gampong (RGG) yang telah diluncurkan di seluruh gampong di 18 kabupaten dan kota sejak tahun lalu.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Nofrijal, mengatakan kekerdilan sangat berbahaya bagi regenerasi sebuah negara, karena tidak akan kuat sebuah negara jika anak-anak yang dilahirkan itu dalam kondisi tidak bergizi dan tidak cerdas.

Ia berharap komitmen pencegahan harus terus digalakkan dengan terus mengedukasi para orang tua sehingga generasi Indonesia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.(anjas)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 4
  • 1,607
  • 320
  • 4,748,062
  • 1,943,847
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip