Proyek Jaringan Gas Diduga Penyebab Ambruknya Jembatan

Jurnal Sumatra - 24/10/2020 11:03 PM
Proyek Jaringan Gas Diduga Penyebab Ambruknya Jembatan
Jembatan yang menghubungkan desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk batang, dengan tetangga sebelah Desa Belatung, Ambruk jum’at malam (23/10/2020). Ambruknya jembatan memutuskan jalur penghubung Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ) dengan Kabupaten Ogan Ilir ( OI ). Pondasi jembatan yang bergeser, mengakibatkan tanah yang dibawah badan jalan amblas, sehingga putusnya badan jalan sepajang dua meter.  - (Jurnal Sumatra)
Editor

OKU, jurnalsumatra.com – Jembatan yang menghubungkan desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk batang, dengan tetangga sebelah Desa Belatung, Ambruk jum’at malam (23/10/2020). Ambruknya jembatan memutuskan jalur penghubung Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ) dengan Kabupaten Ogan Ilir ( OI ). Pondasi jembatan yang bergeser, mengakibatkan tanah yang dibawah badan jalan amblas, sehingga putusnya badan jalan sepajang  dua meter.

Hal tersebut di sampaikan  warga setempat, yang namanya enggan di sebutkan ” ambruknya jembatan ada kaitanya dengan Proyek galian jaringan Pipa Gas yang sampai saat ini masih dalam peroses pengerjaanya, dengan lobang galian pipa mengakibatkan pondasi jembatan longsor, walaupun galian tersebut sudah di timbun. ” Ucap warga.

Lebih dalam dikatakanya ” galian pipa itu memang sudah di timbun, tetapi kondisi tanahnya masih labil, sehingga pondasi jembatan itu turun, bisa kita lihat persis di sisi galian proyek pipa gas ini. Sementara itu Kades Lubuk Batang Lama Jusimani mengungkapkan ambruknya jembatan di sinyalir lantaran usia jembatan yang memang sudah tua. ia menyebut jembatan air aman tersebut di bangun pada Zaman Belanda.

“Jembatan ini memang sudah tua, Dibangunnya pada zaman Belanda dulu. kalau tidak salah, pada tahun 1930.dan semenjak di bangun, belum pernah di rehab sama sekali. jadi wajar saja kalau jembatan ini ambruk.” Ucap Jusimani. lanjutnya ” kondisi jembatan tak bisa lagi di lalui oleh kendaraan roda empat, sebab aspal nya sudah benar – benar ambles sepanjang dua meter. bantalan jembatan serta pondasi nya sudah turun dan bahkan tiga tiang penyangga jembatan sudah patah.

Untuk sementara waktu, tambah kades ” kendaraan mobil kecil yang ingin ke daerah kecamatan peninjauan atau sebaliknya bisa melewati jalan lingkar desa yang tembus ke desa kurup, dan untuk kendaraan jenis truk atau yang lebih besar, akan di arahkan melalui jalan desa kepayang yang tembus Batumarta. ” pungkasnya ( win )

 

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 3
  • 671
  • 62
  • 4,753,689
  • 1,944,875
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip