PUPR Kembangkan Irigasi Dukung Ketahanan Pangan Ntt

     Kupang, jurnalsumatra.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengembangkan jaringan irigasi baru guna mendukung tercapainya ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Subdirektorat Wilayah Barat Pusat Air Tanah dan Air Baku Dirjen SDA Kementerian PUPR Alex Leda di Kupang, Senin, mengatakan pengembangan irigasi baru itu seluas 75.000-80.000 hektare di sejumlah daerah irigasi di Pulau Timor, Sumba, dan Flores dengan total
“Itu salah satu solusi untuk mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT),” katanya.
Dia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan seputar upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan di provinsi berbasis kepulauan tersebut.
Ia mengatakan irigasi baru yang belum dikembangkan di Pulau Timor, antara lain di Kabupaten Malaka seluas 15.000 ha, Bena 15.000 ha, Aeroki 4.000 ha, dan Oesao/Naibonat 5.000 ha.
Di Pulau Flores, antara lain Daerah Irigasi (DI) Lembor seluas 10.600 ha, DI Wae Dingin seluas 7.500 ha, W. Musur 2.700 ha, Gising 1.500 ha, Buntal 1.000 ha, Wae Cancar dan Rii 1.500 ha.
Selain DI Mbay seluas 6.000 ha, Lengkosambi 2.500 ha, Kurubhoko 1.750 ha, Zeu 1.000 ha, Ndodo/Kota Baru 1.000 ha, Wae Muda/Wae Teba/Wae Wadan 1.350.
Irigasi baru yang belum dikembangkan di Pulau Sumba, adalah DI Kambaniru-Kadumbul-Melolo 12.000 ha, DI Kodi seluas 3.500 ha, Prambuuni seluas 1.000 hektare.
Mengenai kebutuhan anggaran, dia mengatakan, minimal pengembangan irigasi baru seluas 4.000 ha maka setiap tahun dibutuhan biaya minimum 100 miliar.
“Kalau prasarana sumber air seperti waduk sudah mulai dibangun. Saat ini telah dibangun Waduk Tilong, Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Kabuaten Belu, dan Napunggete di Kabupaten Sikka,” katanya.
Sebentar lagi, ujarnya, akan menyusul Waduk Temef dan Waduk Mbay serta embung-embung irigasi.(anjas)

Leave a Reply