Risma Terharu Saat Bertemu Pekerja Migran

   Jakarat, jurnalsumatra.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak kuasa menahan haru dan tangis saat mendengar curahan isi hati para pekerja migran Indonesia yang ditampung di penampungan sementara atau shelter Konsulat Jenderal RI Jeddah.
Risma yang didampingi Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin dan sejumlah home staff KJRI Jeddah, Arab Saudi, menyempatkan diri menemui puluhan PMI di shelter KJRI pada Sabtu (12/5) usai menghadiri tatap muka dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Jeddah, demikian keterangan yang diperoleh Antara di Jakarta, Senin.
Puluhan perempuan  yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu kini ditampung di tempat penampungan (shelter) karena menunggu penyelesaian permasalahan yang mereka hadapi dengan pengguna jasa oleh KJRI.
“Ayo satu-satu ceritakan apa masalahnya,” kata Konjen kepada puluhan perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi.
Satu persatu penghuni shelter mencurahkan permasalahan yang dialaminya selama bekerja sebagai asisten rumah tangga. Curhat mereka umumnya menyangkut gaji yang tidak dibayar oleh pengguna jasa dalam jangka waktu yang bervariasi, bahkan hingga 14 tahun lamanya.
Ada pula yang terpaksa melarikan ke KJRI karena “ditahan” pengguna jasa dan tidak dipulangkan meski masa kontrak telah berakhir. Ada pula yang mengaku mengalami pelecehan seksual dari pengguna jasa.

    Risma juga menyempatkan diri menjenguk seorang pekerja miran  perempuan yang mengalami  depresi dan tengah berbaring di salah satu sudut kamar tidur yang luas di lantai dua.
Sontak, Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menutup muka dengan kedua tangannya tak kuasa menahan tangis, setelah beberapa dari perempuan malang itu meluapkan kisah pilunya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sejenak wali kota meninggalkan ruang pertemuan untuk menenangkan diri.
Di tengah sesi dialog, Risma meninggalkan podium dan menghampiri salah seorang pekerja perempuan penghuni shelter asal Surabaya dan memeluknya erat-erat.
“Kami sekali atau dua kali dalam setahun mendatangkan psikiater, Ibu, untuk mengecek kondisi kejiwaan mereka,” kata Konjen kepada Risma.
Atas berbagai ikhtiar cerdas Walikota menyejahterakan warganya,   Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Muchamad Yusuf, menyampaikan apresiasi karena kebijakan-kebijakan tersebut dinilainya turut menekan angka WNI yang pergi ke Arab Saudi untuk bekerja, khususnya wilayah kerja KJRI Jeddah.
“Menurut data kami, di tahun 2017 tercatat 4.286 orang, tetapi di tahun 2018 ini 1.374 orang. Mungkin ini dampak dari kebijakan Ibu, di mana tadinya TKI-TKI yang sudah purna gak mau berangkat lagi ke luar negeri dan tetap tinggal di Jawa Timur karena program Ibu yang bagus,” ujar Yusuf.
Tri Rismaharini diundang ke Arab Saudi oleh Madinah Development Agency untuk menjadi “keynote speaker” dalam Konferensi Internasional “Humanizing Cities,” karena keberhasilannya menjadikan Kota Surabaya tidak hanya maju tetapi humanis.
Sejalan dengan “Saudi Vision 2030”, Pemerintah Arab Saudi sedang gencar melakukan reformasi di berbagai bidang, termasuk  meningkatkan indeks kebahagiaan dan kesejahteraan penduduknya melalui penataan kota yang lebih humanis.(anjas)

Leave a Reply