Se-ekor Gajah Liar Masuk Kebun Karet Warga

Jurnal Sumatra - 22/09/2020 7:44 PM
Se-ekor Gajah Liar Masuk Kebun Karet Warga
 - ()
Editor

Muba, jurnalsumatra.com – Warga Desa Ngulak III Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dihebohkan oleh se-ekor Gajah liar yang  memasuki kawasan perkebunan karet milik masyarakat, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Penampakan hewan liar yang diduga berjenis kelamin laki-laki dengan ketinggian lebih dari orang dewasa itu, sontak membuat Tarmizi (42) bersama istrinya selaku pemilik kebun kaget bukan kepalang.


Kedua pasutri inipun berusaha mengusir Gajah liar itu dari area kebun miliknya dengan cara dihalau dan diteriaki dan sepulang dari kebun Tarmizi pun melaporkan keberadaan Gajah liar tersebut kepada aparat pemerintahan desa. 

Dari informasi, keberadaan Gajah liar itu awalnya diketahui oleh seorang Nelayan bernama Habibi (37) yang berada di sekitar area Sungai Patas Desa Ngunang, Jum’at (18/9/2020) sekitar pukul 22.30 Wib. Namun saat itu, Habibi mengira bahwa itu seekor Kerbau milik warga yang lepas. Setelah diperhatikan dengan seksama menggunakan senter ternyata seekor Gajah.


“Saya kira itu hanya seekor Kerbau, ketika saya senter ternyata ukurannya jauh lebih besar dan memiliki telinga lebar, belalai, serta gading. Baru saja sadar ternyata itu gajah. Saya kemudian menghalau Gajah itu menjauh dari area Rompok tempat saya tinggal, dan tidak tahu kalau akhirnya bisa sampai ke perkebunan warga di Desa Ngulak III,” Ujar Habibi saat dihubungi melalui via seluler.


Sementara Tarmizi (saksi) menuturkan, guna memastikan keberadaan gajah liar tersebut, ia memandu tim dari pihak desa untuk turun langsung ke kebun miliknya dan saat dihalau Gajah liar tersebut berlari ke arah hilir.

“Waktu saya usir dia lari ke arah hilir, saya bersama istri sempat ketakutan pertama kali melihat sosok Gajah itu. Saat saya usir ternyata hewan tersebut menjauh, dan tidak menyerang saya. Hanya satu batang Kelapa Sawit dan beberapa batang Pohon Enau saja di kebun saya yang rusak akibat dimakan Gajah itu,” tuturnya.


Lebih lanjut ia pun berharap agar pihak terkait bisa segera turun ke lapangan guna menghalau dan mengusir keberadaan Gajah tersebut dari area perkebunan masyarakat.
“Harapan saya agar pemerintah bisa turun tangan untuk mengatasi Gajah yang tersesat tersebut, supaya tidak merusak tanam tumbuh milik warga,” ucapnya.


Kepala Desa Ngulak III Hendri Yansah melalui salahsatu perangkat nya yakni Alamsyah mengatakan bahwa saat pihaknya mengecek ke lapangan, ia bersama 7 orang lainnya tidak berhasil menemukan sosok Gajah liar seperti yang dilaporkan warga.


“Gajah nya sendiri tidak berhasil kami temukan, karena area pencarian terbilang cukup luas dan masih berupa hutan. Namun jejak telapak kaki nya itu ada kami temukan, bahkan kotoran nya juga masih ada dan terbilang baru,” katanya.


Camat Kecamatan Sanga Desa Hendrik, SH MSi melalui pesan singkatnya di aplikasi perpesanan Whatsapp menyatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan terkait keberadaan gajah tersebut dari masyarakat.


“Sudah saya laporkan ke bagian kehutanan, dan diteruskan ke BKSDA. Saya minta supaya mereka cepat turun ke lapangan, karena dikhawatirkan jika tim tidak cepat turun maka Gajah itu akan merusak kebun masyarakat. Jika sudah merusak kebun, nanti terjadi suatu hal terhadap Gajah itu jangan menyalahkan masyarakat,” tukasnya.
Kabar terakhir, tim dari BKSDA Sumsel akan turun langsung ke lokasi pada hari Minggu (20/9/2020). (Rafik elyas)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 6
  • 3,359
  • 230
  • 4,565,925
  • 1,902,866
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip