Sumur Resapan Teknologi Sederhana Menyelamatkan Mata Air

    Salatiga, jurnalsumatra.com – Sumur resapan merupakan teknologi sederhana yang terbukti mampu menyelamatkan mata air yang mengalami penurunan debit air, kata Ahli Air Baku Asep Mulyana di Salatiga, Senin.
“Ini teknologi yang sudah lama dikenal, dan dibuktikan mampu meningkatkan debit mata air Senjoyo yang digunakan oleh PDAM Salatiga sebagai sumber air baku,” kata Ahli Air Baku dari Program Pelayanan Air, Sanitasi dan Kebersihan di Daerah Perkotaan di Indonesia (IUWASH) di bawah Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).
Ia mengungkapkan,  mata air Senjoyo itu mengalami penurunan dan dari data debit awal 1.200 liter per detik pada  1998 lalu menjadi 800 liter per detik di tahun 2008.
Setelah ada program pembuatan sumur resapan sebanyak 380 unit di daerah tangkapan air mulai 2014, terbukti mampu meningkatkan debit mata air Senjoyo sampai 1.100 liter per detik di tahun 2017.
Ia menjelaskan sumur resapan yang dibuat dengan menggali  2×2 meter dan kedalaman 2 meter.
Syarat teknis lainnya menurut Asep yaitu tanah yang mempunyai sifat porus, berada pada lahan tanah datar.
“Jangan dibuat pada lahan di lereng karena berpotensi menyebabkan longsor,” katanya.
Direktur PDAM Salatiga Samino mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga debit mata air Senjoyo bisa kembali naik.

     “Dua sampai tiga tahun terakhir debit meningkat dan tidak banyak komplain dari konsumen karena kekurangan air,” katanya.
“Ia mengungkap, izin pengambilan air untuk PDAM Salatiha dari mata air Senjoyo hanya 145 liter per detik.
Pembuatan sumur resapan juga membuat sumur penduduk di Desa Patemon mengalami peningkatan debit air sehingga ada satu sumur yang sebelumnya hanya digunakan satu keluarga saat ini bisa untuk 20 keluarga.
Sementara Penasehat Komunikasi IUWASH PLUS, Lina Damayanti, mengatakan, Program ‘Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) merupakan sebuah inisiatif dengan pendanaan sebesar 39,6 juta dolar AS atau sekitar Rp535 miliar untuk meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi di Indonesia.
Sasaran utama program itu adalah pertama, peningkatan kualitas layanan air minum bagi satu juta penduduk perkotaan dimana setengahnya merupakan kategori berpenghasilan rendah. Kedua, peningkatan akses untuk layanan sanitasi aman bagi 500 ribu penduduk perkotaan.
Program itu akan melibatkan 32 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Sumut, Sulsel, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta seluruh Jawa kecuali  Yogyakarta.(anjas)

Leave a Reply