Tambang Ilegal Telan 11 Korban Meninggal Dunia

Jurnal Sumatra - 22/10/2020 1:29 PM
Tambang Ilegal Telan 11 Korban Meninggal Dunia
 - (Jurnal Sumatra)
Editor

MuaraEnim, jurnalsumatra.com – Tambang batubara milik rakyat alias tambang batubara Ilegal yang berlokasi di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, pada Rabu (21/10/2020),  sekitar pukul 14.00 WIB mengalami amblas, hingga, kedalaman 15 meter.

Dari peristiwa tersebut, mengakibatkan sedikitnya ada 11 orang korban meninggal dunia (MD), dikarenakan diduga tertimbun oleh reruntuhan tanah saat melakukan aktifitasnya bekerja disalah satu tambang batubara Ilegal itu.

Amblasnya tanah tersebut, dikarenakan para pekerja tidak mengikuti aturan standar operasional (SOP). Susahnya medan lokasi, sehingga, membuat pemilik tambang rakyat dibantu Pemerintahan Desa (Pemdes), anggota Polsek, dan warga setempat ikut membantu melakukan proses evakuasi yang menggunakan alat berat (Alber).

Yang menjadi pertanyaan. Kenapa adanya tambang batubara rakyat alias tambang batubara ilegal. Selama proses tambang batubara ilegal ini beraktifitas, tidak ada teguran dan terkesan ada dugaan seperti pembiaran oleh Pemkab Muara Enim, maupun Dinas terkait lainnya. Bagaimana sistem pembayaran pajak dari tambang rakyat tersebut.

Berselang beberapa proses pencarian, ke-11 korban yang tertimbun oleh reruntuhan tanah sedalam 15 meter tersebut, satu persatu ditemukan telah meninggal dunia (MD). dan saat ini, semua korban sudah dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung Muara Enim.

“Kalau tidak salah ada 11 orang yang menjadi korban oleh akibat tanah longsor sedalam 15 meter. dan kesebelah orang yang bekerja disalah satu pemilik tambang batubara rakyat itu, dan saat proses evakuasi pencarian mereka semuanya telah meninggal dunia (MD), para korban yang ada dikumpulkan di Puskesmas Tanjung Agung Muara Enim,” ungkap salah satu warga disekitar ketika dibincangi wartawan.

Sementara, dari pantauan dilapangan didapat ke-11 orang korban yang meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan tanah saat sedang beraktifitas disalah satu pemilik tambang rakyat yang berlokasi di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim ini, telah dibungkus lalu dibawa ke-Puskesmas Tanjung Agung, dan rencana hendak diserahkan kekeluarga masing masing.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syahputra SH SIK MM melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2020) membenarkan adanya belasan orang mengalami kecelakaan kerja saat melakukan penambangan batubara diduga Ilegal.

Dalamnya longsor, dijelaskan Faisal membuat pihak hendak melakukan evakuasi terhadap jenazah korban yang ada, sedikit mengalami kesusahan. Sehingga, proses pencarian korban harus memakai alat berat (Alber).

“Selama proses evakuasi untuk mencari jenazah para korban yang tertimbun ini, kita harus menggunakan alat berat, dan dibantu Pemerintahan Desa dan warga sekitar lokasi kejadian. kini jenazah ke-11 korban telah ditemukan,” pungkasnya.

Nama nama 11 orang yang menjadi korban kecelakaan kerja di tambang Ilegal itu diantaranya, Darwis warga Desa Tanjung Lalang, Hardiawan warga Tanjung Lalang, Sandra warga dari Jawa Tengah, Joko Supriyanto warga Desa Penyandingan, Purwadi warga Desa Penyandingan, Zulpiawan warga Desa Tanjung Lalang, Sumarli warga Muara Dua Kisam OKU Selatan, Sukron warga Provinsi Lampung, Umardani warga Suka Raja Panang Enim, yang satunya lagi warga dari Provinsi Lampung namun belum diketahui namanya. (Din)

 

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 2
  • 10,470
  • 488
  • 4,803,200
  • 1,948,443
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip