UGM Yogyakarta Uji Diagnostik GeNose

Jurnal Sumatra - 26/10/2020 7:34 PM
UGM Yogyakarta Uji Diagnostik GeNose
Keterangan Foto: Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Rukmono Siswishanto, Sp.OG(K), M.Kes, MPH, melakukan uji diagnostik teknologi alat deteksi Covid-19 melalui hembusan nafas  - (Jurnal Sumatra)
Editor

Yogyakarta, jurnalsumatra.com  –  Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan uji diagnostik teknologi alat deteksi Covid-19 melalui hembusan nafas , yang diberi nama GeNose C19 — di Ruang Utama Gedung Diklat RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Senin (26/10/2020).

Pada kesempatan itu dihadiri Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, IPU, ASEAN Eng, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Prof Dr Paripurna, SH, M.Hum, LL.M, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Dr Hargo Utomo, MBA, dr Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A dan Tim Peneliti, Dewan Pengawas RSUP Dr Sardjito, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta beserta jajaran, Direktur PT Swayasa Prakarsa;, Direktur PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, Direktur PT Nanosense Instrument Indonesia, Direktur PT Stechoq Robotika Indonesia serta Direktur PT Hikari Solusindo Sukses. GeNose C19 ini dibuat seiring program pemerintah dalam konsorsium riset dan inovasi Covid-19 terkait percepatan penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

GeNose C19 merupakan alat yang mampu mendeteksi dan mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, hanya dengan hembusan nafas. GeNose C19 mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang. Nafas orang diambil, diindera melalui sensor-sensor, dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Proses pengolahan data sampel nafas ini memakan waktu kurang dari 2 menit.

Dikatakan Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, IPU, ASEAN Eng, GeNose C19 ini dapat memutus penyebaran Covid-19 dengan keunggulan dari segi biaya, efektifitas dan akurasi.  Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Rukmono Siswishanto, Sp.OG(K), M.Kes, MPH, saksikan pemaparan mengenai GeNose C19 oleh dr Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A selaku prinicipal investigator serta perwakilan tim yang diketuai Prof Dr Eng Kuwat Triyana, M.Si.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Yogyakarta.  GeNose C19 telah melalui uji profiling dengan menggunakan 615 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro Bantul.

Sebelumnya, dengan hasil menunjukkan tingkat keajegan atau akurasi mesin yang tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji profiling, saat ini GeNose C19 tengah memasuki uji diagnostik, di mana hasil dari GeNose C19 akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan swab PCR head to head secara cross-sectional dengan merekrut pasien yang memeriksakan diri ke Poli Covid-19 di 9 rumah sakit yang bekerja sama sebagai site uji.

Adapun rumah sakit yang telah menyatakan persetujuan untuk berpartisipasi dalam uji diagnostik GeNose antara lain RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSPAU Hardjolukito, RS Bhayangkara Tk III Polda DI Yogyakarta, RSL KC Bambanglipuro Bantul, RST Dr Soedjono Magelang, RS Bhayangkara Tk I Raden Said Soekanto Jakarta, RS Akademik UGM, RSUD Saiful Anwar Malang dan RST Dr Soetarto Yogyakarta.

GeNose C19 merupakan inovasi akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, di mana masyarakat membutuhkan proses fast tracing, fast tracking dan fast isolation treatment untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dukungan publik yang dilandasi spirit gotong-royong dibutuhkan untuk mewujudkan sinergi antarkomponen bangsa dan ketepatan pengambilan keputusan pada posisi equilibrum baru dalam tatanan kehidupan sosial-ekonomi di era pandemi Covid-19.

Posisi equilibrum baru ini muncul karena kondisi kedaruratan akibat pandemi Covid-19 mengubah bandul kehidupan masyarakat menuju keseimbangan baru, di mana isu kesehatan dan ekonomi bergerak cepat dan dinamis.

Adapun dilema dalam mengembangkan inovasi di masa pandemi Covid-19 ini adalah keputusasaan menghilirkan inovasi pada saat dibutuhkan masyarakat (time to market) dan penerapan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam menjalankan prosedur baku, kaidah etika dan prioritas.

GeNose telah mengantongi protokol register klinis internasional melalui clinicaltrials.gov, sertifikat kelayakan mesin LHU dari BPFK Surabaya, rekomendasi uji klinis Kemenkes, ijin produksi telah diperoleh hingga produksi dan publikasi manuskrip data profiling terkait review dasar klaim alat dan dasar kebijakan.

Selain itu, GeNose dipandang mampu bersaing dengan alat pendeteksi Covid-19 yang telah ada sebelumnya dengan membawa berbagai keunggulan seperti biaya per tes murah, hasil tes cepat sehingga keputusan tindakan isolasi lebih cepat, tidak memerlukan teknisi khusus dalam mengoperasikan GeNose karena berbasis elektronik sehingga mudah untuk diproduksi masal dengan sensitivitas tinggi.  Dukungan akselerasi dan penyelesaian inovasi GeNose diharapkan dapat menghasilkan imbas positif bagi kepentingan bangsa Indonesia. Harapannya, GeNose C19 bisa digunakan sebagai alat deteksi dini Covid-19 bagi masyarakat yang terjangkau. (Affan)

 

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 3
  • 591
  • 54
  • 4,753,609
  • 1,944,867
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip