Usman dan Bobi Nekat Curi Buah Kelapa Sawit

Muba, jurnalsumatra.com – Tiada orang yang tak suka, dengan yang bernama rupiah. Semua orang mencarinya, dimana rupiah berada. Silahkan mencari rupiah asal jangan halalkan segala cara. 

Syair lagu bang Haji Rhoma Irama  diera tahun 70an itu, sama hal nya yang dilakukan Eli Usman (49) dan Bobi Herlin (29) yang merupakan warga kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.  

Hanya saja bedanya, dalam mencari rupiah kedua laki-laki tersebut menggunakan cara yang sangat beresiko yakni nekat Panen buah kelapa Sawit Milik Perusahaan PTPN VII Unit Betung. Sehingga diamankan Unit Reskrim Polsek Lais Resort Musi Banyuasin (Muba), bahkan kedua pelaku hanya bisa pasrah saat diringkus dan dibawa anggota ke Mapolsek Lais, Selasa (7/7/2020)

Aksi pencurian ini dilakukan para pelaku, Selasa (07/07/2020), pukul 13.00 WIB. Mewakili Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.ik, Kapolsek Lais AKP SYAFARUDDIN, S. H. saat dikonfirmasi membenarkan, adanya penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut.

Menurut dia, kejadian berawal saat para pelaku nekat memanen buah sawit milik perusahaan Dengan bermodalkan alat panen buah kelapa sawit atau enggrek bergagang besi warna silver. Setelah itu keduanya menyembunyikan buah kelapa sawit yang dikumpulkan nya ke  semak belukar, lalu rencana mereka akan dimasukkan ke dalam karung warna putih lalu di ikat menggunakan tali bekas ban untuk di angkut menggunakan sepeda Honda Revo Fit Warna putih BG-6020-JAQ agar dapat dikeluarkan dari areal afdelling II PTPN VII dengan maksud untuk di jual ke dusun talang ucin desa tanjung agung selatan kecamatan lais. Namun belum sempat keluar dalam area, keduanya langsung di amankan oleh petugas keamanan PRPN VII Unit betung. 


“Dua orang yang kita amankan pak beserta barang buktinya. Untuk kerugian sebesar Rp. 2.737.500 (dua juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus rupiah,”Ujar Kapolsek.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1)  ke 4 KUHPidana dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun penjara. (Rafik elyas).