Warga Mukomuko Hentikan Aktivitas Pabrik Cemari Sungai

Jurnal Sumatra - 28/07/2018 9:58 AM
Warga Mukomuko Hentikan Aktivitas Pabrik Cemari Sungai
 - ()
Editor

    Mukomuko, jurnalsumatra.com – Sekitar 300 orang warga dari tiga desa di Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggelar aksi unjuk rasa di PT Karya Agro Sawitindo (KAS), pabrik kelapa sawit yang diduga mencemari Sungai Air Baru di wilayahnya.
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Nelayan Tiga Desa di Kecamatan Teramang Jaya menghentikan aktivitas pabrik pengolah tandan buah segar kelapa sawit tersebut, dengan cara “menggembok” pintu masuk menuju pabrik.
Ketua Forum Nelayan Desa Pasar Bantal Mulyadi, Ketua Forum Nelayan Desa Nelan Indah M Nasip dan Ketua Forum Nelayan Desa Mandi Darman dalam keterangannya di Mukomuko, Sabtu, menyatakan warga melakukan itu karena tidak ada niat baik perusahaan untuk mengatasi masalah limbah yang masuk ke sungai di wilayah tersebut sehingga diduga menyebabkan banyak ikan mati.
Mereka menyatakan, warga menghentikan sementara pabrik kelapa sawit tersebut, atau sampai keluar hasil uji laboratorium sample limbah dari dinas terkait.
Selain itu warga mendesak pihak pabrik mengamodir sebanyak empat tuntutan warga setempat.

    Mereka menyatakan, ada empat pernyataan sikap atau tuntutan warga, yakni penutupan pabrik sementara waktu, sampai perbaikan kolam yang diduga bocor dan sampai dengan sampel air hasil laboratorium selesai oleh dinas terkait.
Warga juga tidak mau lagi melihat dan mendengar limbah di buang ke sungai-sungai kecil.
Pihak perusahaan diminta membuat kolam pengolahan limbah merujuk ke pengelolaan limbah telah RSPO ke PT Agro Muko, PT POMIL di Bunga Tanjung Estate yang buangan akhirnya tidak mematikan biota air dan ternak.
Kemudian akibat kejadian itu masyarakat adat menuntut denda adat sebesar Rp3 miliar untuk tiga desa, yakni Desa Pasar Bantal, Desa Nelan Indah dan Desa Mandi Angin Jaya.
Apabila kejadian berulang maka setiap kejadian didenda adat di atas Rp3 miliar, dan sesudah itu apabila tidak dipenuhi dan hukum tidak berjalan tajam ke bawah tumpul ke atas maka masyarakat bergerak sendiri dengan kekuatan dan cara masyarakat sendiri yang menjadi hakim di lapangan.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 3
  • 5,988
  • 1,359
  • 4,591,606
  • 1,907,310
  • 10
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip