YLKI Desak Pemkab Prioritaskan APD Pada Tenaga Medis

Jurnal Sumatra - 26/04/2020 6:32 PM
YLKI Desak Pemkab Prioritaskan APD Pada Tenaga Medis
 - ()
Editor

Lahat, jurnalsumatra.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST. SH mendesak Pemerintah Kabupaten Lahat memprioritaskan Alat Pelindung Diri (APD) kepada semua Dokter dan Tenaga Medis.

Bukan, hanya untuk menangani pasien Covid-19 saja, maupun pasien non Covid 19, apalagi saat ini Kabupaten Lahat telah ada yang terpapar virus corona. Selain itu, APD merupakan syarat utama bagi tenaga medis dan kesehatan. Saat ini, semua dokter dan tenaga medis harus menggunakan APD sesuai standar penanganan Covid-19.

“Sekalipun menangani pasien non Covid-19 mereka perlu dilengkapi APD. Sebab saat ini banyak pasien tanpa gejala, tetapi positif Covid-19,” jelas Sanderson dengan lantang, kemarin.

Ia memintak, pihak rumah sakit dan Pemkab Lahat harus melengkapi tenaga medis yang di Rumah Sakit maupun Puskesmas khususnya yang di daerah perbatasan dengan APD. Saat ini sudah banyak Dokter yang meninggal tapi tidak secara langsung merawat pasien Covid-19.

“Setelah usut demi usut, ternyata mereka tidak mengunakan APD lengkap. Padahal ternyata pasien yang ditanganinya adalah carrier atau pembawa virus Covid-19 tanpa gejala,” ucapnya.

Demikian pula bagi para perawat, harus dibekali APD lengkap. Saat ini standar APD harus disamakan baik merawat pasien Covid-19 maupun non Covid-19.

Sanderson juga mengingatkan, agar ada monitoring ketat sehingga ketersediaan APD selalu ada dan harus dioptimalkan jumlahnya. Sebab daerah lain pun dalam kondisi pandemi dan membutuhkan APD.

Sementara itu terkait, penghasilan atau gaji perawat, Sanderson meminta pemkab Lahat juga memberikan insentif agar para perawat bisa meningkatkan gizi dan imunitasnya. Jangan sampai terinfeksi karena memiliki imunitas yang rendah.

Bupati Lahat juga perlu mencontoh DKI Jakarta, yang memberikan tempat istirahat khusus seperti hotel kepada petugas medis.

Hal ini bertujuan agar para tenaga kesehatan ini bisa fokus menangani pasien, tidak terkuras tenaga dan pikirannya ketika ada penolakan dari lingkungan sekitar. Hal ini juga menghindari penularan virus kepada anggota keluarganya.

Sanderson juga meminta masyarakat untuk tidak menolak pemakaman jenazah Covid-19 karena sudah dilakukan sesuai standar medis yang tepat. Bupati Lahat juga telah melakukan terobosan dengan menyediakan lahan khusus.

Saat ini pemkab Lahat telah menganggarkan untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19) sebagai bentuk kesiapsiagaan dan wujud konsen dalam menangani wabah virus mematikan ini, dengan anggaran sebesar Rp 23,5 miliar untuk program-program penanganan dan pemberantasan Covid-19 serta Jaring Pengaman Sosial (JPS), belum termasuk bantuan yang telah diberikan dari pihak ketiga atau pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lahat.

Tidak itu saja, Pemkab Lahat harus transparan dalam penggunaan anggaran terkait penanganan Covid-19 ini dan diupdate minimal setiap minggunya. Bisa dengan keterlibatan masyarakat secara aktif melakukan pengawasan terhadap proses perencanaan maupun penggunaan anggaran.

“Tujuan transparan, supaya masyarakat bisa dengan mudah untuk mengakses informasi terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Lahat. Termasuk dinas terkait lainnya, agar tetap terbuka tentang informasi sesuai dengan aturan atau UU yang ada,” ungkap Sanderson. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 2
  • 10,833
  • 506
  • 4,803,563
  • 1,948,461
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip