YLKI Geruduk Pertamina MOR II Sumbagsel GM Kabur

Jurnal Sumatra - 02/10/2020 8:45 PM
YLKI Geruduk Pertamina MOR II Sumbagsel GM Kabur
 - ()
Editor

Palembang, jurnalsumatra.com  – Menyikapi maraknya keluhan masyarakat akibat mahalnya gas bersubsidi LPG 3 Kg disejumlah titik wilayah khususnya Kabupaten Lahat.

Membuat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya menggelar aksi damai di depan Gedung PT. Pertamina (Persero) MOR II SUMBAGSEL di di Jalan Ahmad Yani, Plaju, Kamis (01/10/2020) ,  sekitar pukul 10.00 WIB menggelar aksi damai.

Dalam demo tersebut, mendapat pengawalan dari Polisi dan TNI, Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST. SH menyampaikan kelangkaan dan tingginya harga gas melon ini diduga karena adanya pangkalan nakal demi mencari keuntungan lebih.

“Mereka seakan mengabaikan SK Gubernur Sumsel dan SK Bupati Lahat tentang harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg. Sementara pihak YLKI Sudah dua kali melayangkan surat pengajuan untuk audensi ke GM Pertamina untuk menyampaikan temuan di lapangan, namun tidak ada respon,” ucapnya.

Dia menyebutkan, dari temuan pihaknya di lapangan ada yang menjual LPG 3 kg Rp 25-30 ribu pertabung, melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah, serta banyak pangkalan yang diduga fiktif.

Bahkan, dia juga menduga ada agen nakal melakukan pungli atau biaya lainnya kepada pangkalan, sehingga pangkalan tidak bisa menjual sesuai harga ditetapkan pemerintah.

“Hasil temuan ada minimarket menjual gas bersubsidi. Dimana seharusnya barang bersubsidi ini hanya ada di pangkalan. Kalau di minimarket juga dijual berarti barang tersebut dibisniskan mereka,” tegasnya.

“Seharusnya pangkalan itu memiliki data berbasis rumah tangga miskin. Bukan diperdagangkan secara komersial kecuali usaha mikro sesuai aturan presiden RI yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Disisi lain, pemerintah Kab Lahat saling lempar, alasannya Pemkab mengintruksikan di Pertamina, dan semua temuan itu sudah dilaporkan kepada pemerintah namun tidak ada kepastian. Memang secara kontrak agen itu langsung di Pertamina.

“Pangkalan itu berada dikawasan elite, yang warga miskin sangat sedikit. Barang tersebut dikumpulkan sehingga dibawa keluar, disitulah permasalahan hingga kenaikan harga. Pendistribusian Pertamina sudah sangat bagus tapi agen pangkalan yang nakal,” pamungkas Sanderson.

Sementara itu, PT. Pertamina MOR II SUMBAGSEL yang ditugaskan untuk menemui pengunjuk rasa yaitu Region Manager Comrel dan CSR Dewi Sri Utami, namun pihak YLKI Lahat Raya menolak karena tetap ingin bertemu langsung dengan GM MOR II. Menurut keterangan pak  Asep Wicaksono Hadi berangkat kemarin tugas ke luar kota.

Selanjutnya Sanderson meneruskan aksi ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di jalan demang lebar daun untuk meminta agar Tim Audit segera turun melakukan audit terhadap penggunaan anggaran APBN yang tepat sasaran.

“Akhirnya, aksi demo yang disaksikan oleh pihak kepolisian dan diterima langsung oleh humas BPK RI wilayah sumsel tetap dengan protokol kesehatan,” ujar Sanderson. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 1
  • 11,080
  • 514
  • 4,803,810
  • 1,948,469
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip